Materi Ajar

Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang diuntukan untuk anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki  kesiapan dalam memasuki jenang pendidikan lebih lanjut. Pendidikan untuk anak usia dini merupakan pendidikan yang memiliki karakteristik berbeda dengan anak usia lain, sehingga pendidikannya pun perlu dipandang sebagai sesuatu yang dikhususkan. Pendidikan anak usia dini di negara-negara maju mendapat perhatian yang luar biasa. Karena pada dasarnya pengembangan manusia akan lebih mudah dilakukan pada anak usai dini. Bahkan ada yang berpendapat bahwa usia dini merupakan usia emas (golden age)  yang hanya terjadi sekali selama kehidupan seorang manusia. Apabila usia dini tidak dirangsang dengan baik, maka dapat dipastikan tumbuh kembang anak di masa selanjutnya tidak akan optimal.

Kurikulum pembelajran sebagai elemen penting dalam pelakasanaan pembelajaran memegang peran penting dalam memberikan arah, langkah-langkah dan tujuan pelaksanaan pendidikan. Proses pembelajaran dapat dikatakan akan optimal jika mengikuti kurikulum memadai.

Atas dasar tersebut lembaga mengambil kebijakan mengembangkan kurikulum untuk anak usia dini dari Permendikbud No. 137 Tahun 2014 yang saat ini digunakan sebagai acuan pembelajaran terbaru dari pemerintah. Lembaga juga menekankan pengembangan kecerdasan majemuk melalui kegiatan main di sentra-sentra. Lingkup perkembangan yang dikembangkan adalah nilai-nilai agama dan moral., motorik kasar-halus, kognitif, bahasa, seni dan sosial emosional.

Upaya yang dilakukan dalam mengambangkan 6 lingkup perkembangan tersebut, menggunakan pendekatan sentra, karena penerapannya yang mudah ( disesuaikan dengan kondisi lembaga), anak banya terlibat, dan pengamatan yang kuat dari para guru.

Lembaga juga memiliki ke khasan yaitu dalam mengembangkan lingkup perkembangan bahasa anak dengan membiasakan anak dengan lingkungan yang menggunakan bahasa jawa, Indonesia, dan pengenalan kosakata bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Proses yang kami terapkan tentu saja tetap menekankan pada situasi enjoy,  dan berorientasi pada proses.

Kurikulum Tingkat Satuan PAUD  Rabbani disusun oleh Tim Pengembangan Lembaga yang terdiri dari Kepala Sekolah, Yayasan, Tim guru dengan bimbingan penilik PAUD. Kurikulum PAUD Rabbani disusun sebagai acuan penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan program dan pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum PAUD Rabbani juga dijadikan sebagai patokan untuk melaksanakan pengukuran keberhasilan pencapaian tujuan, program dan keseluruhan kegiatan pembelajaran sekaligus sebagai tolok ukur untuk peningkatan dan perbaikan mutu satuan pendidikan secara bertahap dan berkesinambungan.